Selasa, 16 Juni 2009   Sosial

TKI KE MALAYSIA SEPI


PENGIRIMAN TKI KE MALAYSIA SEPI

TEMANGGUNG, Seiring mencuatnya kasus Siti Hajar Tenaga Kerja Wanita  asal Indonesia yang disiksa di Malaysia  menyebabkan  sepinya para pencari kerja yang ingin bekerja ke luar negeri. Pemandangan  sepinya orang yang mencari informasi untuk bekerja di luar negeri,  nampak  di      sejumlah Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia  (PPJTKI) di Temanggung. Meski kantor buka, namun tidak ada aktifitas berarti, para karyawan  hanya duduk-duduk saja  sambil membaca buku bacaan  maupun bermain komputer. Deretan kursi tamu yang biasa digunakan sebagai ryang tunggu jua kosong, karena tidak ada satupun orang yang datang meski hanya ingin mencari informasi lowongan pekerjaan.  
     Kepala cabang PPJTKI PT. Armina Mitra Karya,  Supangat dikantornya Sabtu kemarin (12/6) mengatakan  2 hari belakangan ini sepi,  semenjak  mencuatnya kasus Siti Hajar yang ramai diberitakan berbagai media baik cetak maupun elektronik.  Sebelumnya  aktifitas kantor cukup ramai  didatangi para pencari kerja yang ingin berkerja ke luar negeri  seperti ke Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan maupun ke Arab Saudi. Namun saat ini relatif sepi tidak ada  calon pencari kerja yang  datang   baik yang ingin mendaftar maupun yang hanya  sekadar mencari informasi  lowongan pekerjaan ke luar negeri.
     “Sejak tahun 2005 lalu pengiriman kerja ke luar negeri khususnya ke Malaysia sepi. Sebelumnya dalam 1 bulan bisa mengirim  10 hingga12 orang, namun sekarang paling hanya 2 orang bahkan kadang-kadang tidak ada. Lebih-lebih  setelah kasus Siti Hajar TKW  disiksa di Malaysia, terasa semakin sepi tidak seorangpun yang datang meski hanya sekadar mencari informasi” ujarnya.
     Hal senada juga dituturkan  Ayu petugas layanan PT Elkarim Makmur Santoso, pengiriman TKI Ke Malaysia  relatif sepi. Dia berharap  Pemerintah  mampu menyelesaikan permasalahan TKI  yang disiksa di luar negeri secara tuntas, sehingga tidak menimbulkan ketakutan bagi mereka yang ingin bekerja keluar negeri.
     Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan  Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Kabupaten Temanggung  Sutar Widagdo  di ruang kerjanya Sabtu kemarin (12/6)  mengatakan, kasus  Siti Hajar seorang TKW yang disiksa di Malaysia bukanlah kasus yang pertama. Sebelumnya juga pernah terjadi beberapa kali TKI  menjadi korban tindak kekerasan di negeri Jiran.  Bagaimanapun juga lanjutnya, kasus itu berpengaruh  menurunnya minat sesorang yang ingin bekerja ke luar negeri utamanya ke Malaysia.
     “Kasus Siti Hajar hendaknya bisa diselesaikan oleh Pemerintah secara tuntas sehingga diperoleh rasa keadilan. Sebagai antisipasi bagi warga Temanggung yang ingin bekerja ke luar negeri hendaknya menempuh secara  prosedural  sesuai ketentuan. Dengan demikian  bila nantinya ada permasalahan, pemerintah bisa memberikan perlindungan dan membantu untuk ikut menyelesaikannya” tandas dia  (Hms/Edy Laks).

Bagikan :


Selasa, 09 Mei 2017 Pemerintahan
Tiga Proyek Besar di Temanggung Telah Dilaksanakan

TEMANGGUNG, Bupati Temanggung Drs. Bambang Sukarno secara langsung meletakkan batu pertama dimulainnya Pembangunan Jembatan  Bendo Peri...

Senin, 08 Mei 2017 Umum
Pegadian Gelar Seminar Kemilau Emas

TEMANGGUNG – Kantor Pegadaian Cabang Temanggung  menggelar seminar Kemilau Emas Sahabat Pegadaian yang digelar...

Senin, 08 Mei 2017 Sosial
Temanggung Book Fair 2017

TEMANGGUNG - Komunitas Belajar Cendikia Mandiri (Cemani), Asosiasi Guru Penulis (Agupena),...

Senin, 08 Mei 2017
Catec Gelar Pameran Seni Rupa

TEMANGGUNG - Sanggar seni Cah Temanggung Creatif  ( Catec ) menggelar  pameran seni rupa...

Senin, 08 Mei 2017 Sosial
TMMD REHAB RUMAH TIDAK LAYAK

TEMANGGUNG, KODIM 0706 Temanggung selama 30 hari efektif mulai tanggal 4 April s/d 4...